Unjuk Rasa di Kantor Bupati Kediri Berakhir Ricuh

Kapolres kediri akbp nur syamsul mengatakan pencurian ini merupakan konspirasi yang sangat rapi terbukti hampir semua tersangka melibatkan orang dalam yang merupakan karyawan gudang garam sendiri.

Syamsul mengaku tidak menutup kemungkinan komplotan ini melibatkan direksi di pt gudang garam alias direksi karena itu pihaknya akan memburu dan mengusut tuntas kasus tersebut.

Saat ini petugas berhasil mengamankan barang bukti 8 karung cengkeh yang belum dijual ke penadah 18 tersangka dijerat pasal 363 kuhp dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Ratusan massa yang tergabung dalam terak [ temu rakyat kediri ] berunjuk rasa di depan kantor pemkab kediri jawa timur. Mereka menuntut bupati kediri sutrisno lengser karena dinilai tak sanggup memenuhi janjinya semasa kampanye pemilihan bupati. Massa sempat mengamuk dan bentrok dengan aparat karena dihadang saat memaksa masuk kantor bupati.

Unjuk rasa diikuti ratusan warga dari beberapa kecamatan di wilayah kediri massa sempat dihadang puluhan aparat keamanan. Karena masa terlalu banyak aparat pun kewalahan dan bersikap lunak dengan mempersilahkan masa aksi berorasi secara bergantian. Dengan membawa tumpeng sebagai sindiran kesejahteraan dan berbagai poster bersisi tuntutan massa mendesak untuk bertemu berita kediri.

Mereka bermaksud menagih janji bupati saat mencalonkan diri kali kedua yang tak kunjung terpenuhi. Seperti membangun jalan aspal di pedesaan pendidikan murah dan biaya berobat gratis di puskesmas . Massa juga menutut penyelesaian sengketa tanah krenceng babatan sanding yang selama ini masih mengambang.

Aksi berubah anarkis ketika massa hendak menyerahkan tumpeng ke kantor bupati puluhan polisi dan petugas satpol pp terlibat aksi dorong dengan warga yang memaksa masuk gedung bentrok pun tak terhindarkan.

Akibatnya beberapa perserta terjengkang jatuh terkena pukulan aparat termasuk tumpeng yang hendak dipersembahkan kepada bupati morat-marit terinjak massa meski tak ada yang luka parah tindakakan aparat ini sempat membuat masa aksi ketakutan dan mundur keluar gedung.

Lima orang komplotan pengedar uang plasu yang selama ini meresahkan masyarakat tulungagung jawa tmur di tangkap jajaran polres tulungagung dari tangan jaringan ini polisi menyita uang palsu sebesar lima puluh juta rupiah sebagai barang bukti.