Masjid At-Taubah di Banda Aceh

Masjid At-Taubah di Banda Aceh

Masjid At-Taubah di Banda Aceh

Seseorang yang kaya raya di Banda Aceh ingin mewakafkan sebagian hartanya untuk kebaikan. Beliau adalah bapak Rozzaq Athauqillah. Beliau melihat di sekitar rumahnya belum ada sebuah tempat ibadah. Padahal penduduk sekitarnya sudah hampir penuh dengan rumah. Akan tetapi bapak Rozzaq juga ingin naik haji. Karena tanahnya yang luas beliau bermaksud mewakafkan sebagian tanahnya untuk di buat sebuah tempat ibadah berupa masjid. Tanah tersebut berada tepat di depan rumahnya. Beliau memilih tanah tersebut yang wakafkan karena letaknya dekat dengan jalan raya. Sebenarnya pak Rozaaq ingin mewakafkan tanah miliknya yang paling luas akan tetapi tempatnya berada di belakang rumahnya. Dalam fikirnya pak Rozaaq jika yang wakafkan tanah belakang rumahnya tersebut tidak ada jalan untuk menuju tanah wakaf tersebut karena rumahnya sudah sama dengan lebar tananya. Sehingga beliau memilih tanah tersebut agar dekat dengan jalan. Dan sangat cocok digunakan untuk membangun sebuah masjid.

Tanah milik pak Rozaq yang diwakafkan luasnya kurang lebih satu setengah hektar. Beliau menginginkan tanah yang diwakafkan sekitar tiga hektar. Kemudian beliau berusaha membeli sebelah kanan tanah miliknya kepada pemilik tanah. Memang saat itu sang pemilik sedang tidak menjual tanah perkarangannya. Akan tetapi bapak Rozaaq memang sengaja menanyakan kepada pemiliknya dengan harapan sang pemilik tanah memberikannya kepada pak rozaaq untuk di bangun sebuah masjid. Pak Rozaaq yang datang secara langsung menemui pemilik tanah tersebut sedikit menceritakan tujuannya membeli tanah dan sedikit membujuknya agar menjual tanahnya. Namun, sang pemilik tanah harus fikir-fikir terlebih dahulu karena tanah tersebut sudah diwariskan kepada anak-anaknya yang di luar kota. Jika permasalahnnya seperti ini pak rozzaq juga berani menukarkan tanah miliknya di tempat lain. Tanah milik pak Rozzaq tersebut juga berada di pinggir jalan tetapi luasnya tidak sepadan dengan luas tanah sampingnya tersebut. Luasnya hanya sekitar satu setengah saja, sedangkan yang akan di beli pak Rozzaq luasnya sekitar dua hektar.

Beberapa hari kemudian, pemilik tanah samping tanah wakaf pak Rozzaq datang kerumahnya. Beliau membawa berita gembira bahwa tanahnya boleh di beli pak Rozzaq. Mengingat tanah tersebut akan dibangun sebuah masjid. Akan tetapi beliau juga ingin membeli semua tanah milik pak Rozzaq yang di pinggir jalan raya tersebut untuk dijadikan rumah kedua anaknya yang saat itu masih di luar Kota. Dengan perasaan yang senang sekali pak Rozzaq menerima permintaan tetangganya tersebut. Dan segera mengurus semua surat-surat yang dibutuhkan. Pak Rozzaq juga tidak serakah, beliau tetap menerima sumbangan para donator yang ingin menyumbangkan sebagian hartanya. Beliau teringat akan kata sang abahnya dahulu jika membangun fasilitas umum atau masjid maka harus menghargai orang umum yang ingin membantunya. Dan diberi nama oleh pak Rozzaq masjid At-Taubah di Banda Aceh.

Istirahat Siang di Masjid Banda Aceh

Istirahat Siang di Masjid Banda Aceh

Istirahat Siang di Masjid Banda Aceh

Pada musim hujan, entah pagi, siang sore malam hujan setiap saat turun hujan. Suatu ketika Nur Salim sedang perjalanan dari Palembang menuju Pekanbaru. Saat keberangkatan dari Pelembang memang cuaca lagi cerah. Ketika sampai pada kota Banda Aceh perlahan-lahan mendung datang menyelimuti langit disertai angin. Nur Salim yang saat itu merasa akan turun hujan, dia langsung memacu sepeda motornya dengan kencang. Dia yang berada di tengah hantaran sawah berusaha mencari tempat berteduh untuk istirahat sementara. Terlihat samar-samar di sudut depan ada kubah. Dengan kecepatan tinggi dia memacu sepeda motornya yang saat itu sudah terasa gerimis-gerimis mulai datang. Setelah sekitar satu kilo, Nur Salim menemukan sebuah masjid di sudut desa. Dia langsung beristirahat disana.

Nur Salim melakukan perjalanan tidak sendirian, dia bersama sang istri dan seorang anaknya. Sang istri yang saat ini sedang alergi dengan kedinginan, dia langsung bersin-bersin secara terus menerus. Sang anak yang masih kecil juga masih rewel jika tidak sesuai dengan keinginannya. Nur Salim sangat kebingungan. Dia mencari warung di sekitar masjid. Akan tetapi hujan semakin deras disertai angin kencang. Sang istri diajaknya masuk kedalam masjid dengan sang anak. Ternyata di dalam ada seorang perempuan yang sedang I’tikaf. Dengan diam-diam keluarga Nur Salim duduk di belakang. Sang Anak yang masih kecil rewel meminta keluar. Dan Nur Salim diluar dengan sang anak. Sementara sang istri sedang kedinginan di dalam masjid. Mendengar istri Nur Salim menggigil dan sedang bersin-bersin, perempuan tersebut membatalkan I’tikafnya. Dia langsung memberikan sebuah mukenah dan sajadah yang di ambil dari dalam laci masjid. Beliau mengatakan segeralah berselimut dengan mukenah ini. Kemudian sang istri meminta ma’af karena sudah mengganggunya. Perempuan ini kemudian keluar. Dengan cepat perempuan ini mengambilkan sebuah teh yang dibungkus plastik.

Dengan rasa kwatir Nur Salim kemudian masuk ke dalam masjid menanyakan keadaan sang istri. Ternyata sang istri sedang di rawat dengan ibu-ibu di dalam tadi. Rasa yang semula kwatir menjadi sedikit lega karena sang istri sudah tidak sesering tadi bersin-bersinnya. Nur salim sangat berterima kasih atas pertolongan ibu ini. Ibu ini bernama ibu Siti. Beliau rumahnya belakang masjid tepat. Setiap habis sholat dhuhur beliau tidak pulang beliau di dalam masjid hingga sholat ashar sekalian. Ibu Siti yang melihat mereka sedang perjalanan jauh mempersilahkannya istirahat dahulu atau bisa juga tidur-tidur dahulu dirumahnya. Kebetulan beliau sedang di rumah sendiri. Melihat cuaca yang tidak bersahabat Nur Salim memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu saja. Sambil menunggu hujan reda, Nur Salim ngobrol banyak tentang sebuah pengalaman ibu Siti. Namun, habis sholat Magrib hujan baru reda, Nur Salim langsung melanjutkan perjalanan saja dan berterima kasih banyak kepada bu Siti.

Harga Kubah Masjid Galvalum Di Jakarta

Harga Kubah Masjid Galvalum Di Jakarta

 

Harga kubah masjid galvalum di Jakarta pada umumnya tidak terlalu mahal. Namun jika kita tidak pandai-pandai menggali informasi terlebih dahulu bisa-bisa kita mendapatkan harga yang terlalu mahal. Untuk itu diperlukan pengetahuan terlebih dahulu dan data-data mengenai kubah masjid galvalum. Agar nantinya tidak terkesan awam, sehingga berpeluang bagi distributor ataupun toko-toko menawarkan harga tinggi terhadap anda.

Melihat situasi seperti itu tentunya akan merugikan bagi calon customer. Nah karena banyak terjadi kondisi seperti itu, maka perusahaan kami tergerak untuk menawarkan jasa pembuatan kubah masjid kepada anda, namun kami akan tetap profesional mengenai harga. Harga akan tetap sama walaupun itu calon customernya orang awam, ataupun orang yang sudah paham. Untuk itu anda bisa percayakan proyek anda ke perusahaan kami. Perusahaan kami sudah berpengalaman sejak lama di bidang tersebut. Selain itu kami siap sedia untuk menghitungkan perencanaan biaya yang akan dikeluarkan. Ditambah lagi akan kami berikan tambahan keuntungan lain seperti halnya pembuatan design kubah masjid tanpa tambahan biaya sedikitpun.

 

Tunggu apalagi, jika anda berniat dan berminat untuk menggunakan jasa perusahaan kami untuk mengerjakan kubah masjid di lingkungan anda, segeralah buat kesepakatan, selanjutnya kami akan berusaha membangun kerjasama yang baik dengan anda. Perusahaan kami siap membantu untuk mempresentasikan seputar informasi mengenai berbagai macam model ataupun bahan kubah masjid kepada anda, mulai dari spesifikasi, estimasi harga, penyesuaian terhadap design yang diinginkan, sampai proses pengerjaan yang akan dilakukan oleh tenaga profesional, bertanggung jawah, dan terpercaya yang sudah lama terjun di bidang konstruksi. Jangan ragu-ragu lagi, untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kontak whatsapp perusahaan kami di nomor 081333920729.